Minggu, 15 November 2015

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

1. PERTUMBUHAN PENDUDUK
    Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Karena berpengaruh terhadap jumlah penduduk, komposisi penduduk, dan kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia. Misalnya dengan bertambahnya penduduk maka harus bertambah pula persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah, dan lain sebagainya.
     Apabila pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas diatas maka akan menimbulkan masalah-masalah. Misalnya akan bertambah tingginya angka pengangguran, semakin meningkatknya tingkat kemiskinan, tingginya kriminalitas, dan lain-lain Penambahan/pertambahan penduduk disuatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor demografi, yaitu: kematian (mortalitas), kelahiran (fertilitas), dan migrasi.
a.  Kematian
    Ada dua jenis tingkat kematian yaitu, tingkat kematian kasar (Crude Death Rate) adalah banyaknya orang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Tingkat kematian khusus (Age Specific Death Rate), tingkat kematian dipengaruhi beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan.
b.  Fertilitas (Kelahiran Hidup)
    Pengukuran fertilitas tidak sederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut:
· Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi-bayi yang meninggal     beberapa saat setelah kelahiran.
· Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak
· Makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun
· Didalam pegukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan.
c. Migrasi
    Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas. Migrasi ini adalah merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Langkah-langkah seorang imigran dalam menentukan keputusannya untuk pindah ke daerah lain terlebih dahulu harus mengetahui faktor-faktor seperti persediaan sumber alam, lingkungan sosial budaya, potensi ekonomi dan alat masa depan. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut setidaknya terhindar dari akibat negatif. Ada beberapa akibat migrasi, yaitu:
· Urbanisasi (migrasi dari desa ke kota) walaupun urutannya sangat kecil namun dapat mempengaruhi pola distribusi penduduk secara keseluruhan
· Migrasi interegional kebanyakan di Indonesia dilakukan oleh mereka yang berumur produktif dan kreatifitas tinggi. Hal ini memungkinkan pertumbuhan penduduk meningkat diluar pulau jawa
· Migrasi antar negara Indonesia adalah sangat kecil dari hasil sensus penduduk pada tahun 1971-1980. Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin mempunyai peranan yang sangat penting yaitu untuk mengetahui pertumbuhan penduduk, rasio ketergantungan, jumlah wanita dalam usia subur, jumlah tenaga kerja yang tersedia, bedasarkan tempat tinggal.
2.  KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
  Berbagai penelitian Antrophologi budaya menunjukkan bahwa terdapat hubungan diantara corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadian anggota-anggota masyarakat, secara garis besar. Opini umum juga menyatakan, bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan. Sifat-sifat kepribadian yang berakar dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatu kelompok masyarakat dapat dikukuhkan sebagai hukum adat. Ciri-ciri kepribadian suatu kelompok masyarakat/bangsa, juga tercermin dalam penampilan sikap hidup sehari-hari. Ciri khas kepribadian suatu bangsa dapat diamati dalam macam ragam karya budayanya. Setiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan sistem kaidah sebagai konkretiasi. 
   Nilai dan kaidah berisikan harapan-harapan masyarakat, perihal suatu perilaku yang pantas. Suatu kaidah, misalnya kaidah hukum yang memberikan batas-batas pada perilaku seseorang. Batas-batas tersebut menjadi suatu “aturan permainan” dalam pergaulan hidup. Sebaliknya segala yang berbeda dari corak kebudayaan mereka, dianggap rendah, aneh, kurang susila, bertentangan dengan kodrat alam. Kepribadian bangsa Indonesia yang ramah tamah, suka menolong, memiliki sifat kegotong royongan adalah ciri umum dari sekian banyak kepribadian suku-suku bangsa yang berada Republik Indonesia, dan terpatri menjadi ciri khas kepribadian bangsa Indonesia.

Senin, 09 November 2015

Kepribadian dan Emosi

KEPRIBADIAN DAN EMOSI
KEPRIBADIAN
Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. Berangkat dari studi yang dilakukannya, akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap. Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri.
Untuk menjelaskan tentang kepribadian individu, terdapat beberapa teori kepribadian yang sudah banyak dikenal, diantaranya : teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud, teori Analitik dari Carl Gustav Jung, teori Sosial Psikologis dari Adler, Fromm, Horney dan Sullivan, teori Personologi dari Murray, teori Medan dari Kurt Lewin, teori Psikologi Individual dari Allport, teori Stimulus-Respons dari Throndike, Hull, Watson, teori The Self dari Carl Rogers dan sebagainya.
Ciri-Ciri Kepribadian Umum
Ciri-ciri kepribadian merupakan karakteristik yang menggambarkan perilaku dan budi pekerti seseorang. Ciri-ciri kepribadian adalah sebagai berikut:
Ketekunan
Ambisi
Kelainan seksual
Timbulnya kecenderungan turunan                                                
Atribut Kepribadian
Beberapa atribut kepribadian yang dapat menjelaskan dan meramal perilaku karyawan :

Lokus kendali: Ada 2 tipe orang disini, yaitu (1) orang yang yakin bahwa mereka adalah pion dari nasib mereka sendiri, dan (2) orang yang melihat hidup mereka sebagai dikendalikan oleh kekuatan luar (eksternal).
Machivelianisme: orang yang machiavelianismenya tinggi akan cenderung pragmatis, menjaga jarak emosional, dan yakin bahwa tujuan dapat menghalalkan cara.
Harga diri: yaitu sejauh mana seseorang memiliki rasa suka atau tidak suka terhadap dirinya sendiri.
Pemantauan diri: merujuk pada kemampuan seorang individu untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor-faktor situasional eksternal.
Mengambil resiko: kecenderungan untuk mengambil atau menghindari resiko akan berdampak pada berapa lama waktu yang diperlukan seorang manager untuk mengambil keputusan dan berapa banayk informasi yang mereka butuhkan sebelum menentukan pilihan.
Kepribadian tipe A dan B : adalah orang yang secara agresif terlibat dalam pergumulan yang kronis dan tanpa henti untuk mencapai lebih banayak dalam waktu lebih sedikit, dan jika perlu, melawan orang-orang/upaya-upaya lain yang menentang.

EMOSI
Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak.
Emosi adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.
Dimensi Emosi
Emosi ada beberapa jenis berdasarkan :
Varietas : riset mengidentifikasikan enam emosi yang universal, yaitu kemarahan, ketakutan, kesedihan, kegembiraan, kejijikan, dan kejutan. Enam emosi ini dapat dikonseptualisasikan sebagai terus ada sepanjang satu kontinuum, dimana semakin dekat jarak dua emosi apapun pada kontinuum tersebut akan semakin membingungkan orang. Contohnya adalah kebahagiaan dan kejutan sering dikacaukan, sementara kebahagiaan dan kemuakan jarang sekali.
Intensitas : ekspresi yang berbeda dari intensitas emosi yang sama bisa disebabkan dari kepribadian ataupun tuntutan ditempat kerja. Ada orang yang terkendali, tidak pernah memperlihatkan rasa marah, namun ada pula yang sebaliknya. Tentu saja hal ini harus disesuaikan dengan pekerjaan. Presenter misalnya, harus menunjukkan intensitas emosi yang sesuai dengan acara yang dibawakannya.
Frekuensi dan durasi : frekuensi dan durasi yang diperlukan untuk tenaga kerja emosional juga harus disesuaikan dengan kemampuan frekuensi dan durasi yang dimiliki karyawan.
Jenis Kelamin dan Emosi
Bukti menunjukkan bahwa perbedaan antara pria dan wanita dalam hal emosi adalah bila menyangkut reaksi emosional dan kemampuan untuk membaca orang lain. Wanita menunjukkan ungkapan emosi yang lebih besar daripada pria, mengalami emosi secara lebih hebat, lebih nyaman dalammengungkapkan emosi, lebih baik dalam membaca petunjuk-petunjuk non-verbal dan paralinguistik, dan lebih sering menampilkan ekspresi dari emosi yang positif maupun negatif, kecuali kemarahan.
Batasan-Batasan Eksternal Terhadap Emosi
Batasan-batasan eksternal ada 2, yaitu :
Pengaruh organisasional, menyesuaikan dengan perangkat emosional yang dicari organisasi.
Pengaruh budaya, menyesuaikan dengan norma-norma budaya di negara setempat.

Konsep Manusia


KONSEP MANUSIA
Manusia diciptakan dari tanah, dalam pemahaman kita yaitu bahwa manusia akan kembali ke tanah. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari manusia berasal dari pernikahan dan perkawinan. Manusia berdimensi jasmani dan rohani (jiwa/nafs). Jasmani terdiri dari keragaman

Hati Nurani

SUARA HATI (HATI NURANI)
Suara hati atau hati nurani pasti ada pada diri setiap manusia. Hati nurani merupakan kesadaran moral tentang kewajiban dan tangung jawab dalam situasi konkret. Hati nurani senantiasa mengajak manusia kepada kebenaran dan melarang pada suatu kejahatan. Hati nurani

Senin, 02 November 2015

Stres dalam Pekerjaan dan Human Error

Stres dalam Pekerjaan dan Human Error
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang.

Selasa, 16 Juni 2015

Distribusi Poisson

Distribusi Poisson
Distribusi poisson disebut juga distribusi peristiwa yang
jarang terjadi, yang ditemukan oleh Simoon Denis Poisson (1781-1841), ahli matematika dari Prancis. Distribusi poisson merupakan distribusi teoritis dengan variabel random diskrit. Distribusi poisson adalah distribusi nilai-nilai bagi suatu variabel random X (X diskrit), yaitu banyaknya hasil percobaan yang terjadi dalam interval waktu atau daerah tertentu (Hasan, 2003).

Distribusi hipergeometrik

Distribusi Hipergeometrik
Distribusi hipergeometrik adalah distribusi probabilitas diskrit dari sekelompok objek yang dipilih tanpa pengembalian. Sampling dilakukan tanpa pengembalian dari kejadian sampling yang diambil dari populasi dengan kejadian-kejadian terbatas, maka proses Bernoulli tidak dapat digunakan karena ada perubahan secara sistematis dalam probabilitas sukses seperti kejadian-kejadian yang diambil dari populasi. Pengembalian sampling tanpa pengembalian digunakan dalam situasi sebaliknya dan memenuhi syarat Bernoulli, maka distribusi hipergeometrik adalah distribusi probabilitas diskrit yang tepat.
Distribusi hipergeometrik juga termasuk distribusi teoritis seperti halnya distribusi binomial. Perbedaan yang utama antara distribusi binomial dan distribusi hipergeometrik adalah pada cara pengambilan sampelnya. Pada distribusi binomial pengambilan sampel dilakukan dengan pengembalian, sedangkan pada disribusi hipergeometrik pengambilan sampel dilakukan tanpa pengembalian.
Distribusi hipergeometrik merupakan distribusi data diskrit. Probabilitas suatu peristiwa pada suatu percobaan akan menghasilkan dua macam peristiwa dependen menghasilkan probabilitas peristiwa yang berbeda pada setiap percobaan. Kondisi ini biasanya muncul pada percobaan yang dilakukan tanpa pengembalian dengan populasi terbatas. distribusi hipergeometrik adalah bentuk probabalitas tanpa pengembalian, yaitu setiap pencuplikan data yang telah diamati tidak dimasukkan kembali dalam populasi semula.
Ciri-ciri Percobaan Hipergeometrik
Distribusi hipergeometrik, dari setiap pengambilan sampel dikerjakan dengan tidak melakukan pengembalian setiap jenis benda yang telah diamati. Suatu percobaan hipergeometrik bercirikan dua sifat berikut:
a. Suatu contoh acak berukuran n diambil dari populasi yang berukuran N.
b. k dari N benda diklasifikasikan sebagai berhasil dan N-k benda diklasifikasikan sebagai gagal.