Senin, 09 November 2015

Kepribadian dan Emosi

KEPRIBADIAN DAN EMOSI
KEPRIBADIAN
Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. Berangkat dari studi yang dilakukannya, akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap. Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri.
Untuk menjelaskan tentang kepribadian individu, terdapat beberapa teori kepribadian yang sudah banyak dikenal, diantaranya : teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud, teori Analitik dari Carl Gustav Jung, teori Sosial Psikologis dari Adler, Fromm, Horney dan Sullivan, teori Personologi dari Murray, teori Medan dari Kurt Lewin, teori Psikologi Individual dari Allport, teori Stimulus-Respons dari Throndike, Hull, Watson, teori The Self dari Carl Rogers dan sebagainya.
Ciri-Ciri Kepribadian Umum
Ciri-ciri kepribadian merupakan karakteristik yang menggambarkan perilaku dan budi pekerti seseorang. Ciri-ciri kepribadian adalah sebagai berikut:
Ketekunan
Ambisi
Kelainan seksual
Timbulnya kecenderungan turunan                                                
Atribut Kepribadian
Beberapa atribut kepribadian yang dapat menjelaskan dan meramal perilaku karyawan :

Lokus kendali: Ada 2 tipe orang disini, yaitu (1) orang yang yakin bahwa mereka adalah pion dari nasib mereka sendiri, dan (2) orang yang melihat hidup mereka sebagai dikendalikan oleh kekuatan luar (eksternal).
Machivelianisme: orang yang machiavelianismenya tinggi akan cenderung pragmatis, menjaga jarak emosional, dan yakin bahwa tujuan dapat menghalalkan cara.
Harga diri: yaitu sejauh mana seseorang memiliki rasa suka atau tidak suka terhadap dirinya sendiri.
Pemantauan diri: merujuk pada kemampuan seorang individu untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor-faktor situasional eksternal.
Mengambil resiko: kecenderungan untuk mengambil atau menghindari resiko akan berdampak pada berapa lama waktu yang diperlukan seorang manager untuk mengambil keputusan dan berapa banayk informasi yang mereka butuhkan sebelum menentukan pilihan.
Kepribadian tipe A dan B : adalah orang yang secara agresif terlibat dalam pergumulan yang kronis dan tanpa henti untuk mencapai lebih banayak dalam waktu lebih sedikit, dan jika perlu, melawan orang-orang/upaya-upaya lain yang menentang.

EMOSI
Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak.
Emosi adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.
Dimensi Emosi
Emosi ada beberapa jenis berdasarkan :
Varietas : riset mengidentifikasikan enam emosi yang universal, yaitu kemarahan, ketakutan, kesedihan, kegembiraan, kejijikan, dan kejutan. Enam emosi ini dapat dikonseptualisasikan sebagai terus ada sepanjang satu kontinuum, dimana semakin dekat jarak dua emosi apapun pada kontinuum tersebut akan semakin membingungkan orang. Contohnya adalah kebahagiaan dan kejutan sering dikacaukan, sementara kebahagiaan dan kemuakan jarang sekali.
Intensitas : ekspresi yang berbeda dari intensitas emosi yang sama bisa disebabkan dari kepribadian ataupun tuntutan ditempat kerja. Ada orang yang terkendali, tidak pernah memperlihatkan rasa marah, namun ada pula yang sebaliknya. Tentu saja hal ini harus disesuaikan dengan pekerjaan. Presenter misalnya, harus menunjukkan intensitas emosi yang sesuai dengan acara yang dibawakannya.
Frekuensi dan durasi : frekuensi dan durasi yang diperlukan untuk tenaga kerja emosional juga harus disesuaikan dengan kemampuan frekuensi dan durasi yang dimiliki karyawan.
Jenis Kelamin dan Emosi
Bukti menunjukkan bahwa perbedaan antara pria dan wanita dalam hal emosi adalah bila menyangkut reaksi emosional dan kemampuan untuk membaca orang lain. Wanita menunjukkan ungkapan emosi yang lebih besar daripada pria, mengalami emosi secara lebih hebat, lebih nyaman dalammengungkapkan emosi, lebih baik dalam membaca petunjuk-petunjuk non-verbal dan paralinguistik, dan lebih sering menampilkan ekspresi dari emosi yang positif maupun negatif, kecuali kemarahan.
Batasan-Batasan Eksternal Terhadap Emosi
Batasan-batasan eksternal ada 2, yaitu :
Pengaruh organisasional, menyesuaikan dengan perangkat emosional yang dicari organisasi.
Pengaruh budaya, menyesuaikan dengan norma-norma budaya di negara setempat.

Konsep Manusia


KONSEP MANUSIA
Manusia diciptakan dari tanah, dalam pemahaman kita yaitu bahwa manusia akan kembali ke tanah. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari manusia berasal dari pernikahan dan perkawinan. Manusia berdimensi jasmani dan rohani (jiwa/nafs). Jasmani terdiri dari keragaman

Hati Nurani

SUARA HATI (HATI NURANI)
Suara hati atau hati nurani pasti ada pada diri setiap manusia. Hati nurani merupakan kesadaran moral tentang kewajiban dan tangung jawab dalam situasi konkret. Hati nurani senantiasa mengajak manusia kepada kebenaran dan melarang pada suatu kejahatan. Hati nurani

Senin, 02 November 2015

Stres dalam Pekerjaan dan Human Error

Stres dalam Pekerjaan dan Human Error
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang.

Selasa, 16 Juni 2015

Distribusi Poisson

Distribusi Poisson
Distribusi poisson disebut juga distribusi peristiwa yang
jarang terjadi, yang ditemukan oleh Simoon Denis Poisson (1781-1841), ahli matematika dari Prancis. Distribusi poisson merupakan distribusi teoritis dengan variabel random diskrit. Distribusi poisson adalah distribusi nilai-nilai bagi suatu variabel random X (X diskrit), yaitu banyaknya hasil percobaan yang terjadi dalam interval waktu atau daerah tertentu (Hasan, 2003).

Distribusi hipergeometrik

Distribusi Hipergeometrik
Distribusi hipergeometrik adalah distribusi probabilitas diskrit dari sekelompok objek yang dipilih tanpa pengembalian. Sampling dilakukan tanpa pengembalian dari kejadian sampling yang diambil dari populasi dengan kejadian-kejadian terbatas, maka proses Bernoulli tidak dapat digunakan karena ada perubahan secara sistematis dalam probabilitas sukses seperti kejadian-kejadian yang diambil dari populasi. Pengembalian sampling tanpa pengembalian digunakan dalam situasi sebaliknya dan memenuhi syarat Bernoulli, maka distribusi hipergeometrik adalah distribusi probabilitas diskrit yang tepat.
Distribusi hipergeometrik juga termasuk distribusi teoritis seperti halnya distribusi binomial. Perbedaan yang utama antara distribusi binomial dan distribusi hipergeometrik adalah pada cara pengambilan sampelnya. Pada distribusi binomial pengambilan sampel dilakukan dengan pengembalian, sedangkan pada disribusi hipergeometrik pengambilan sampel dilakukan tanpa pengembalian.
Distribusi hipergeometrik merupakan distribusi data diskrit. Probabilitas suatu peristiwa pada suatu percobaan akan menghasilkan dua macam peristiwa dependen menghasilkan probabilitas peristiwa yang berbeda pada setiap percobaan. Kondisi ini biasanya muncul pada percobaan yang dilakukan tanpa pengembalian dengan populasi terbatas. distribusi hipergeometrik adalah bentuk probabalitas tanpa pengembalian, yaitu setiap pencuplikan data yang telah diamati tidak dimasukkan kembali dalam populasi semula.
Ciri-ciri Percobaan Hipergeometrik
Distribusi hipergeometrik, dari setiap pengambilan sampel dikerjakan dengan tidak melakukan pengembalian setiap jenis benda yang telah diamati. Suatu percobaan hipergeometrik bercirikan dua sifat berikut:
a. Suatu contoh acak berukuran n diambil dari populasi yang berukuran N.
b. k dari N benda diklasifikasikan sebagai berhasil dan N-k benda diklasifikasikan sebagai gagal.

Himpunan

A. Himpunan
Himpunan adalah bentuk dari objek-objek yang kolektif. Setiap objek dalam himpunan disebut elemen atau anggota dari himpunan tersebut. Statistik himpunan dikenal sebagai populasi sedangkan bagian dari himpunan disebut sampel.


B. Macam-Macam Himpunan
Himpunan dibedakan menjadi beberapa macam. Himpunan tersebut antara lain sebagai berikut:
a. Himpunan Semesta
Himpunan semesta adalah himpunan yang memuat seluruh objek yang dibicarakan atau himpunan yang menjadi objek pembicaraan. Himpunan semesta dilambangkan S atau U.
Contoh:
S = U = {a, b, c…}
S = U = {X : x bilangan asli}
b. Himpunan Kosong
Himpunan kosong adalah himpunan yang tidak memiliki anggota. Himpunan kosong dilambangkan  atau { }. Himpunan kosong merupakan himpunan bagian dari semua himpunan.
c. Himpunan Bagian
Himpunan bagian adalah himpunan yang menjadi bagian dari himpunan lain. Himpunan A merupakan himpunan bagian dari B jika setiap unsur A merupakan unsur B atau A termuat didalam.
d. Himpunan Komplemen
Himpunan Komplemen adalah himpunan semua unsur yang tidak termasuk dalam himpunan yang diberikan. Jika himpunannya adalah A maka himpunan komplemennya dilambangkan atau .
C. Operasi Himpunan
Himpunan memiliki beberapa operasi dalam pengunaannya. Operasi  himpunan tersebut antara lain:
a. Operasi Gabungan (Union)
Gabungan dari himpunan A dan himpunan B adalah semua unsur yang termasuk didalam A atau di dalam B atau di dalam A dan B  sekaligus gabungan dari himpunan A dan himpunan B dilambangkan A atau A+B.

b. Operasi Irisan (Interseksi)
Irisan dari himpunan A dan B adalah himpunan semua unsur yang termasuk di dalam A dan di dalam B. Irisan dari himpunan A dan himpunan B dilambangkan A ∩ B atau AB dan dituliskan: A ∩ B={X: x Ư A dan x Ư B}.
c. Operasi Selisih
Selisih himpunan A dan B adalah himpunan semua unsur A yang tidak termasuk di dalam B. Selisih himpunan A dan himpunan B dilambangkan A-B atau A ∩ B. Dituliskan: {X: x Ư A dan x Ư B} atau {X: x Ư A dan x Ư B}.
D. Beberapa Aturan dalam Himpunan
Himpunan terdapat beberapa aturan dalam penggunaannya. Aturan tersebut antara lain sebagai berikut:
a. Hukum Komutatif (Commutative Law)
AƯB=BƯA
A∩B=B∩A
b. Hukum Asosiatif (Associative Law)
(AƯB)ƯC=AƯ(BƯC)
(A∩B)∩C=A∩(B∩C)
c. Hukum Distributif (Distributive Low)
A∩(BƯC)=(A∩B)Ư(A∩C)
AƯ(B∩C)=(AƯB)∩(AƯC)
d. Hukum Identitas (Identity Law)
A∩S=A
A∩∅=∅
e. Hukum Komplementasi (Complementation Law)
A∩A=Ư
AƯA=S
n (AƯB) = n(A) + n(B) – n(A∩B), sehingga
n(AƯBƯC) = n(A) + n(B) + n(C) –n(AB)–n(AC)–n(BC)+n(ABC)
n(A) = Bilangan Kardinal himpunan A.